Bagaimana Menjadi Pegawai Yang Amanah? – 03
Bagaimana Menjadi Pegawai Yang Amanah?
-Bersih Dari Menerima Sogokan dan Hadiah-
Oleh : Syaikh Abdul Muhsin bin Hamad Al-Abad
[8]. PEGAWAI MENDAHULUKAN YANG DAHULU DALAM BERURUSAN
Termasuk sikap adil dan insaf ; hendaknya seorang pegawai tidak mengahirkan orang yang duluan dari orang-orang yang berurusan, atau mendahulukan orang yang belakangan. Akan tetapi ia mendahulukan berdasarkan urusan yang terdahulu. Dalam hal yang seperti ini memudahkan pegawai dan orang-orang yang berurusan.
Telah datang dalam sunnah Rasulullah apa yang menunjukkan atas itu. Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Ketika Nabi di suatu majelis berbicara kepada orang-orang, datanglah seorang Arab badui lantas berkata. ‘Kapan terjadinya Kiamat? Rasulullah terus berbicara, sebagian orang berkata, ‘Beliau mendengar apa yang dikatakannya dan beliau membencinya’, sebagian lain mengatakan, ‘Bahkan ia tidak mendengar’, sehingga tatkala beliau menyelesaikan pembicaraannya beliau berkata, ‘Mana orang yang bertanya tentang hari Kiamat?’ Ia berkata, ‘Ini aku wahai Rasulullah’, Rasul bersaba, ‘Apabila amanah telah disia-siakan maka tunggulah hari Kiamat’. Ia bertanya lagi, ‘Bagaimana menyia-nyiakannya?’ Beliau menjawab, ‘Apabila diserahkan urusan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah hari Kiamat” [Diriwayatkan Al-Bukhari]
Hadits ini menunjukkan bahwasanya Rasulullah tidak menjawab si penanya tentang hari Kiamat melainkan setelah ia selesai berbicara kepada orang-orang yang telah mendahuluinya. Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata dalam uraiannya, “Disimpulkan darinya memberi pelajaran berdasarkan yang duluan, dan begitu juga dalam fatwa-fatwa, urusan pemerintahan dan lain sebagainya”.
Dan disebutkan dalam biografi Abu Ja’far Muhammad bin Jarir Ath-Thabari di kitab Lisanul Mizan karangan Al-Hafizh Ibnu Hajar, “Dan Ibnu Asakir mengeluarkan dari jalan Abu Ma’bad Utsman bin Ahmad Ad-Dainuri ia berkata, ‘Aku menghadiri majelis Muhammad bin Jarir dan hadir juga menteri Al-Fadhal bin Ja’far bin Al-Furat, dan dia telah didahului oleh seseorang. Maka berkata Ath-Thabari kepada orang tersebut, ‘Tidakkah engkau ingin membaca?’ Maka ia menunjuk kepada si menteri. Maka Ath-Thabari berkata, ‘Apabila giliran untukmu maka janganlah engkau terganggu oleh Dajlah (nama sungai) atau Efrat (Al-Furat)’. Aku katakan, “Dan ini sebagian dari keunikan dan kemahiran bahasanya serta tidak tertariknya ia pada anak-anak dunia”.
[9]. PEGAWAI HARUS MEMILIKI SIFAT IFFAH (MENJAGA KEHORMATAN) DAN BERSIH DARI MENERIMA SOGOKAN DAN HADIAH.
Setiap pegawai wajib menjadi seorang yang menjaga kehormatan dirinya, berjiwa mulia dan kaya hati. Jauh dari memakan harta-harta manusia dengan batil, dari apa-apa yang diberikan kepadanya berupa suap walau dinamakan dengan hadiah. Karena apabila dia mengambil harta manusia dengan tanpa hak berarti ia memakannya dengan batil, dan memakan harta dengan cara batil merupakan salah satu sebab tidak dikabulkannya do’a.
Muslim meriwayatkan di dalam shahihnya (1015) dari Abu Hurairah, ia berkata, “Rasulullah telah bersabda,
“Sesungguhnya yang pertama busuk dari manusia adalah perutnya, maka barangsiapa yang sanggup untuk tidak memakan melainkan yang baik maka lakukanlah, dan barangsiapa yang bisa untuk tidak dihalangi antara dia dan surga walau dengan segenggam darah yang ditumpahkannya maka lakukanlah”
Dan yang juga diriwayatkannya (2083) dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Sungguh akan datang pada manusia suatu zaman di mana seseorang tidak peduli dengan cara apa dia mengambil harta, apakah dari yang halal atau dari yang haram”.
Menurut orang-orang yang mengambil harta tanpa peduli ini ; bahwasanya yang halal adalah yang berada di tangan dan yang haram adalah yang tidak sampai ke tangan. Adapun yang halal dalam Islam adalah apa yang telah dihalalkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan yang haram adalah yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
Telah datang dalam sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam hadits-hadits yang menunjukkan dilarangnya aparat pekerja dan pegawai mengambil sesuatu dari harta walaupun dinamakan hadiah, diantaranya hadits Abi Sa’id Hamid As-Saidi, ia berkata.
“Artinya : Rasulullah mempekerjakan seseorang dari suku Al-Asad, namanya Ibnul Latbiyyah untuk mengumpulkan zakat, maka tatkala ia telah kembali ia berkata, ‘Ini untuk engkau dan ini untukku dihadiahkan untukku’. Ia (Abu Hamid) berkata, ‘Maka Rasulullah berdiri di atas mimbar, lalu memuja dan memuji Allah dan bersabda, ‘Kenapa petugas yang aku utus lalu ia mengatakan, ‘Ini adalah untuk kalian dan ini dihadiahkan untukku?! Kenapa dia tidak duduk di rumah bapaknya atau rumah ibunya sehingga dia melihat apakah dihadiahkan kepadanya atau tidak?! Demi Dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya! Tidaklah seorangpun dari kalian menerima sesuatu darinya melainkan ia datang pada hari Kiamat sambil membawanya di atas lehernya onta yang bersuara, atau sapi yang melenguh atau kambing yang mengembik’, kemudian beliau mengangkat kedua tangannya sampai kami melihat putih kedua ketiaknya, kemudian bersabda dua kali, ‘Ya Allah, apakah aku telah menyampaikan?” [Diriwayatkan Al-Bukhari 7174 dan Muslim 1832 dan ini adalah lafazhnya]
Dan di dalam shahih Bukhari (3073) dan shahih Muslim (1831) –dan dengan lafazhnya- dari Abu Hurairah, ia berkata.
“Artinya : Rasulullah berbicara kepada kami pada suatu hari, maka beliau menyebutkan Ghulul [1] dan beliau menganggapnya perkara yang besar, kemudian ia berkata, ‘Aku akan temui salah seorang kalian yang datang pada hari Kiamat di atas lehernya ada onta yang bersuara, ia berkata, ‘Hai Rasulullah, tolonglah aku’, maka aku (Rasulullah) mengatakan, ‘Aku tidak mampu berbuat apa-apa untukmu sedikitpun, sungguh aku telah menyampaikan kepadamu’, Aku tidak temui salah seorang dari kalian datang pada hari Kiamat dengan kuda di atas pundaknya yang memiliki hamhamah (suara), lantas ia berkata, ‘Hai Rasulullah! Bantulah aku’, maka aku berkata, ‘Aku tidak bisa membantu sedikitpun, sungguh aku telah menyampaikan kepadamu’, Aku tidak dapatkan salah seorang darimu datang pada hari Kiamat dengan kambing yang mengembik diatas pundaknya seraya berkata, ‘Hai Rasulullah! Tolonglah aku’, Maka aku menjawab, ‘Aku tidak mampu berbuat apa-apa untukmu, aku telah menyampaikan kepadamu’, Aku akan dapatkan salah seorang dari kalian datang pada hari Kiamat dengan membawa jiwa yang menjerit, lantas ia berkata, ‘Hai Rasulullah! Tolonglah aku’, Maka aku berkata, ‘Aku tidak memiliki apa-apa untukmu, sungguh aku telah menyampaikan kepadamu’, Aku akan mendapatkan salah seorang dari kalian datang pada hari Kiamat dengan pakaian diatas pundaknya ada shamit (emas dan perak), lalu ia berkata, ‘Hai Rasulullah! Tolonglah aku’, maka aku akan menjawab, ‘Aku tidak memiliki apa-apa untukmu, sungguh aku telah menyampaikan kepadamu”.
Riqa di dalam hadits ini maksudnya adalah pakaian dan shamit adalah emas dan perak.
Diantaranya hadits Abu Hamid As-Sa’di, bahwasanya Rasulullah bersabda.
“Artinya : hadiah-hadiah para pekerja adalah ghulul (khianat)”.
Diriwyatkan oleh Ahmad (23601) dan lainnya, dan lihat takhrijnya di kitab Irwa Al-Ghalil oleh Al-Albani (2622), dan ini semakna dengan hadits yang telah lalu dalam kisah Ibnu Al-Latbiyyah.
Diantaranya hadits Adi bin Umairah, ia berkata, “Aku mendengar bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Barangsiapa diantara kalian yang kami pekerjakan atas suatu pekerjaan, lalu ia menyembunyikan dari kami satu jarum atau yang lebih kecil, maka dia adalah ghulul dan ia akan datang dengannya pada hari Kiamat” [Dikeluarkan oleh Muslim]
Diantaranya hadits Buraidah dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda.
“Artinya : Barangsiapa yang kami pekerjakan atas suatu pekerjaan, lalu kami memberinya bagian, maka apa yang diambilnya setelah itu adalah perbuatan khianat” [Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan isnad shahih, dan dishahihkan oleh Al-Albani]
Dan dalam biografi Iyadh bin Ghanam dari kitab Shifatush Shafwah oleh Ibnul Jauzi (1/277), ketika itu ia sebagai gubernur Himsh dalam pemerintahan Umar, bahwasanya ia berkata kepada sebagian kerabatnya dalam sebuah kisah yang panjang, ‘Demi Allah! Jika aku digergaji lebih aku sukai daripada aku berkhianat seperak uang atau aku melampaui batas!”.
Aku memohon kepada Allah Azza wa Jalla agar membimbing setiap pegawai dan pekerja dari kaum muslimin untuk menunaikan pekerjaannya sesuai dengan yang diridhai Allah Tabaraka wa Ta’ala, dan ia mendapatkan pahala serta akhir yang terpuji di dunia dan akhirat.
Dan semoga Allah bershalawat dan salam serta memberikati hamba-Nyadan rasul-Nya, nabi kita Muhammad dan atas keluarga serta shahabat-shahabatnya.
[Disalin dari kitab Kaifa Yuaddi Al-Muwazhzhaf Al-Amanah, Penulis Syaikh Abdul Muhsin bin Hamad Al-Abad, Penerjemah Agustimar Putra, Penerbit Darul Falah, Jakarta 2006]
__________
Foote Note
[1]. Al-Ghulul maksudnya perbuatan curang dan yang dimaksud hadits ini adalah mengmbil ghanimah (rampasan perang) dengan sembunyi-sembunyi sebelum dibagikan (pen).
Sumber : http://www.almanhaj.or.id/content/2218/slash/0
DIarsipkan di bawah: Akhlaq & Nasihat, Tazkiyatun Nufus | Ditandai: Artikel, Nasihat, TazkiyatunNufus
Bagaimana Menjadi Pegawai Yang Amanah? – 02
Bagaimana Menjadi Pegawai Yang Amanah?
-Kriteria Memilih Pekerja dan Pegawai-
Oleh : Syaikh Abdul Muhsin bin Hamad Al-Abad
[5]. KRITERIA-KRITERIA MEMILIH PEKERJA DAN PEGAWAI
Landasan dalam memilih seorang pegawai atau pekerja hendaklah ia seorang yang kuat lagi amanah. Karena dengan kekuatan ia sanggup melaksanakan pekerjaan yang diembankan kepadanya, dan dengan amanah ia menunaikan sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Dengan amanah ia akan meletakkan perkara-perkara pada tempatnya. Dan dengan kekuatan ia sanggup menunaikan kewajibannya.
Allah telah memberitakan tentang salah seorang putri penduduk Madyan bahwasanya ia berkata kepada bapaknya tatkala Musa mengambilkan air untuk keduanya.
“Artinya : Ya bapakku, ambillah ia sebagai orang yang bekerja kepada kita. Karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya” [Al-Qashash : 26]
Dan Allah berfirman tentang Ifrit dari bangsa Jin yang mengutarakan kesanggupannya kepada Sulaiman Alaihissalam untuk mendatangkan singgasana Balqis.
“Artinya : Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu ; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya” [An-Naml : 39]
Maknanya, ia menggabungkan antara kemampuannya untuk membawa dan mendatangkannya serta menjaga apa yang dibawanya.
Allah juga telah menceritakan tentang Yusuf Alaihissalam bahwasanya ia berkata kepada raja.
“Artinya : Jadikanlahlah aku bendaharawan negara (Mesir). Sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan” [Yusuf : 55]
Lawan dari kuat dan amanah adalah lemah dan khianat. Dan itu alasan untuk tidak memilih seseorang dalam bekerja dan sebab-sebab sebenarnya untuk mecopotnya dari pekerjaan.
Tatkala Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu ‘anhu menjadikan Sa’ad bin Abi Waqqash sebagai gubernur Kufah, dan sebagian orang-orang jahil negeri itu mencelanya di sisi Umar, maka Umar memandang maslahah dengan mencopotnya dari jabatan untuk menjaga dari terjadinya fitnah dan agar tidak seorangpun dari mereka mengganggunya. Akan tetapi Umar ketika sakit menjelang wafatnya telah menentukan enam orang shahabat Rasulullah yang dipilih dari mereka seorang yang akan menjabat khalifah setelahnya. Di antara mereka adalah Sa’ad bin Abi Waqqash, lantas Umar khawatir bahwa pencopotannya dari jabatan gubernur Kufah disangka karena ketidaklayakannya memimpin, maka umar menepis prasangka tersebut dengan perkataannya, “Jika kepemimpinan jatuh kepada Saad, maka dia layak untuk itu. Dan jika tidak hendaklah siapa pun dari kalian yang menjadi pemimpin meminta bantuannya, karena sesungguhnya aku tidak mencopotnya karena kelemahan dan khianat” [Diriwayatkan Al-Bukhari : 3700]
Dan didalam Shahih Muslim : (1825)
Dari Abu Dzar, ia berkata, “Aku berkata, ‘Hai Rasulullah! Tidaklah engkau memperkerjakan aku?’ Ia berkata, ‘Maka beliau menepuk pundakku dengan tanggannya kemudian bersabda, ‘Hai Abu Dzar, sesungguhnya engkau lemah, dan sesungguhnya pekerjaan itu adalah amanah, dan sesungguhnya ia adalah kehinaan dan penyesalan di hari Kiamat kecuali orang yang mengambilnya dengan haknya dan menunaikan kewajiban padanya”.
Dalam riwayat lain di Shahih Muslim (1826)
Dari Abu Dzar bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hai Abu Dzar sesungguhnya aku melihatmu lemah dan sesungguhnya aku mencintai untukmu apa yang kucintai untuk diriku, janganlah sekali-kali engkau memimpin dua orang dan janganlah sekali-kali engkau mengurus harta anak yatim”.
[6]. ATASAN ADALAH TELADAN BAGI BAWAHANNYA DALAM BERSUNGGUH-SUNGGUH ATAU MALAS
Apabila para atasan pegawai melaksanakan kewajiban-kewajiban mereka dengan sempurna, pegawai-pegawai yang menjadi bawahannya akan mecontoh mereka. Dan setiap pemimpin dalam suatu pekerjaan akan diminta pertanggung jawabannya terhadap dirinya dan orang-orang yang dipimpinnya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Setiap kalian adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung jawabannya tentang apa yang dipimpinnya. Seorang amir yang memimpin manusia, ia memimpin mereka dan akan diminta pertanggung jawabannya tentang mereka, seorang laki-laki pemimpin atas keluarganya dan ia akan diminta pertangung jawabannya tentang mereka, dan seorang wanita adalah pemimpin atas rumah suami dan anaknya, dia akan diminta pertanggung jawabannya tentang mereka dan seorang budak pemimpin atas harta tuannya dan dia akan diminta pertanggung jawabannya terhadapnya, ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan diminta pertanggung jawaban terhadap apa yang dipimpinnya” [Diriwayatkan Al-Bukhari ; 2554 dan Muslim : 1829 dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma]
Dan apabila para atasan menjaga pekerjaan-pekerjaan dalam segala waktu-waktunya, mereka akan menjaga teladan yang baik bagi orang-orang yang mereka pimpin.
Seorang penyair berkata.
“Dan engkau selama melakukan yang engkau perintahkan niscaya orang yang engkau perintahkan melakukannya”.
Maknanya, apabila engkau memerintahkan orang lain dari bawahanmu agar melakukan kewajibannya, dan engkau terlebih dahulu menunaikan kewajiban, maka sesungguhnya orang yang selainmu akan mematuhimu dan melaksanakan apa yang engkau perintahkan kepadanya.
[7]. PERLAKUAN PEGAWAI KEPADA ORANG LAIN SEPERTI APA IA INGIN DIPERLAKUKAN.
Nasihat memiliki kedudukan yang agung di dalam Islam, oleh karenanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Agama adalah nasihat’, kami berkata, ‘Untuk siapa?’, Beliau bersabda, ‘Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya dan para pemimpin kaum muslimin serta sesama mereka” [Diriwayatkan oleh Muslim 55 dari Abu Tamim bin Aus Ad-Dari Radhiyallahu ‘anhu]
Dan berkata Jarir bin Abdullah Al-Bajali Radhiyallahu anhu, “Aku telah berba’iat kepada Rasulullah atas mendirikan shalat, membayar zakat dan menasihati untuk setiap Muslim” [Diriwayatkan Al-Bukhari 57 dan Muslim 56]
Sebagaimana seorang pegawai atau karyawan apabila ia punya kebutuhan pada yang lain, orang lain itu wajib memperlakukannya dengan mu’amalah yang baik. Maka wajib pula atasnya untuk memperlakukan orang lain dengan mu’amalah hasanah (perlakuan yang baik).
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda.
“Artinya : Maka barangsiapa yang ingin dijauhkan dari api nereka dan masuk surga, hendaklah ia meninggal sedang ia beriman kepada Allah dan hari akhir, dan hendaklah ia memperlakukan manusia sebagaimana ia ingin diperlakukan” [Diriwayatkan oleh Muslim]
Dalam hadits yang panjang dari Abdullah bin Amr. Dan maknanya adalah perlakukanlah manusia sebagaimana engkau ingin diperlakukan.
Rasulullah bersabda.
“Artinya : Tidak sempurna keimanan salah seorang dari kalian sehingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri” [Diriwayatkan Al-Bukhari 13 dan Muslim 45 dari Anas]
Allah Ta’ala telah mencela orang yang memperlakukan orang lain tidak seperti ia ingin diperlakukan dalam firman-Nya.
“Artinya : Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. Yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka meminta dipenuhi. Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi” [Al-Muthaffifin : 1-3]
Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Sesungguhnya Allah telah mengharamkan atas kalian durhaka kepada para ibu, pelit dan rakus, menguburkan anak perempuan hidup-hidup, dan membenci untuk kalian tiga perkara yaitu ; kata-kata omong kosong, banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta” [Diriwayatkan Al-Bukhari 2408 dan Muslim 593 dari Al-Mughirah bin Syu’bah]
Di dalam hadits ini terdapat celaan terhadap yang rakus lagi pelit, yang mengambil dan tidak memberi.
Allah telah mngingatkan wali-wali anak-anak yatim bahwasanya mereka khawatir terhadap anak keturunan mereka yang kecil-kecil kalau mereka tinggalkan. Allah berfirman.
“Artinya : Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraan mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar” [An-Nisa ; 9]
Maknanya, sebagaimana mereka ingin anak-anak keturunan mereka nantinya diperlakukan dengan baik, maka wajib atas mereka untuk berlaku baik terhadap anak-anak yatim yang mereka menjadi wali atasnya.
[Disalin dari kitab Kaifa Yuaddi Al-Muwazhzhaf Al-Amanah, Penulis Syaikh Abdul Muhsin bin Hamad Al-Abad, Penerjemah Agustimar Putra, Penerbit Darul Falah, Jakarta 2006]
Sumber : http://www.almanhaj.or.id/content/2217/slash/0
DIarsipkan di bawah: Akhlaq & Nasihat, Tazkiyatun Nufus | Ditandai: Artikel, Nasihat, TazkiyatunNufus
Bagaimana Menjadi Pegawai Yang Amanah? – 01
Bagaimana Menjadi Pegawai Yang Amanah?
-Menjaga Jam Kerja Untuk Kepentingan Pekerjaan-
Oleh : Syaikh Abdul Muhsin bin Hamad Al-Abad
MUKADIMAH
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas penyempurna dan pelengkap agama dan penghulu para rasul serta imam orang-orang yang bertaqwa nabi kita, Muhammad dan atas keluarga serta shahabat-shahabatnya dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari Kiamat. Amma ba’du
Ini adalah risalah singkat berupa nasihat untuk para pegawai dan karyawan dalam menunaikan pekerjaan-pekerjaan yang diamanahkan kepada mereka. Aku menulisnya dengan harapan agar mereka mendapat manfaat darinya, dan supaya mambantu mereka untuk mengikhlaskan niat-niat mereka serta bersungguh-sungguh dalam bekerja dan menjalankan kewajiban-kewajiban mereka. Aku memohon kepada Allah agar semua mendapatkan taufik dan bimbingan-Nya.
[1]. AYAT-AYAT MENGENAI KEWAJIBAN MENUNAIKAN AMANAH
Diantara ayat-ayat mengenai kewajiban menunaikan amanah dan larangan berkhianat adalah firman Allah Azza wa Jalla.
“Artinya : Sesungguhnya Allah menyuruh kamu untuk menunaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila kalian menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkannya dengan adil. Sesungguhnya Allah memberikan pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. [An-Nisa : 58]
“Artinya : Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepada-Nya pahala yang besar” [An-Nisa : 114]
Ibnu Katsir berkata dalam tafsir ayat ini, “Allah Ta’ala memberitakan bahwasanya Ia memerintahkan untuk menunaikan amanah-amanah kepada ahlinya. Di dalam hadits yang hasan dari Samurah bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Tunaikan amanah kepada orang yang memberi amanah kepadamu, dan janganlah kamu menghianati orang yang mengkhianatimu” [Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ahlussunnan]
Dan ini mencakup semua bentuk amanah-amanah yang wajib atas manusia mulai dari hak-hak Allah Azza wa Jalla atas hamba-hamba-Nya seperti : shalat, zakat, puasa, kaffarat, nazar-nazar dan lain sebagainya. Dimana ia diamanahkan atasnya dan tidak seorang hamba pun mengetahuinya, sampai kepada hak-hak sesama hamba, seperti ; titipan dan lain sebagainya dari apa-apa yang mereka amanahkan tanpa mengetahui adanya bukti atas itu. Maka Allah memerintahkan untuk menunaikannya, barangsiapa yang tidak menunaikannya di dunia diambil darinya pada hari Kiamat”.
Dan firman-Nya.
“Artinya : Wahai orang-orang yang beriman janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu sedangkan kamu mengetahui” [Al-Anfal : 27]
Ibnu Katsir berkata, “Dan khianat mencakup dosa-dosa kecil dan besar yang lazim (yang tidak terkait dengan orang lain) dan muta’addi (yang terkait dengan orang lain). Berkata Ali bin Abi Thalhah dari Ibnu Abbas mengenai tafsir ayat ini, “Dan kalian mengkhianati amanah-amanah kalian”. Amanah adalah ama-amal yang diamanahakn Allah kepada hamba-hamba-Nya, yaitu faridhah ( yang wajib), Allah berfirman : “Janganlah kamu mengkhianati” maksudnya : janganlah kamu merusaknya”. Dan dalam riwayat lain ia berkata, “(Janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul) Ibnu Abbas berkata, “(Yaitu) dengan meninggalkan sunnahnya dan bermaksiat kepadanya”.
Dan firman-Nya.
“Artinya : Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia, sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh” [Al-Ahzab : 72]
Ibnu Katsir berkata setelah menyebutkan pendapat-pendapat mengenai tafsir amanah, diantaranya ketaatan, kewajiban, din (agama), dan hukum-hukum had, ia berkata, “Dan semua pendapat ini tidak saling bertentangan, bahkan ia sesuai dan kembali kepada satu makna, yaitu at-taklif serta menerima perintah dan larangan dengan syaratnya. Dan jika melaksanakan ia mendapat pahala, jika meninggalkannya dihukum, maka manusia menerimanya dengan kelemahan, kejahilan, dan kezalimannya kecuali orang-orang yang diberi taufik oleh Allah, dan hanya kepada Allah tempat meminta pertolongan”.
Firman Allah Ta’ala.
“Artinya : Dan orang-orang yang memelihara amanah-amanah (yang dipikulnya) dan janji-janji” [Al-Mukminun : 8]
Ibnu Katsir berkata, “Yaitu, apabila mereka diberi kepercayaan mereka tidak berkhianat, dan apabila berjanji mereka tidak mungkir, ini adalah sifat-sifat orang mukminin dan lawannya adalah sifat-sifat munafikin, sebagaimana tercantum dalam hadis yang shahih.
“Tanda munafik ada tiga : apabila berbicara berdusta, apabaila berjanji ia mungkir dan apabila diberi amanat dia berkhianat”.
Dalam riwayat lain.
“Apabila berbicara ia berdusta, dan apabila berjanji ia mungkir dan apabila bertengkar ia berlaku keji”.
[2]. HADITS-HADITS TENTANG MENUNAIKAN AMANAH
Diantara hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kewajiban menjaga amanah dan ancaman dari meninggalkannya adalah sebagai berikut.
Hadits Pertama.
Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Ketika Nabi di suatu majelis berbicara kepada orang-orang, datanglah seorang Arab badui lantas berkata. ‘Kapan terjadinya Kiamat? Rasulullah terus berbicara, sebagian orang berkata, ‘Beliau mendengar apa yang dikatakannya dan beliau membencinya’, sebagian lain mengatakan, ‘Bahkan ia tidak mendengar’, sehingga tatkala beliau menyelesaikan pembicaraannya beliau berkata, ‘Mana orang yang bertanya tentang hari Kiamat?’ Ia berkata, ‘Ini aku wahai Rasulullah’, Rasul bersaba, ‘Apabila amanah telah disia-siakan maka tunggulah hari Kiamat’. Ia bertanya lagi, ‘Bagaimana menyia-nyiakannya?’ Beliau menjawab, ‘Apabila diserahkan urusan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah hari Kiamat” [Diriwayatkan Al-Bukhari]
Hadits Kedua
Dari Abu Hurairah, ia berkata, ‘Rasulullah telah bersabda, “Tunaikanlah amanah kepada orang yang memberi amanah kepadamu, dan janganlah kamu mengkhianati orang yang mengkhianatimu” [Diriwayatkan oleh Abu Dawud 3535 dan At-Tirmidzi 1264, ia berkata, “ini adalah hadits hasan gharib”. Lihatlah, As-Silsilah Ash-Shahihah oleh Al-Albani 424]
Hadits Ketiga
Dari Anas Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Yang pertama hilang dari urusan agama kalian adalah amanah, dan yang terakhirnya adalah shalat” [Diriwayatkan oleh Al-Khara-ithi dalam Makarimil Akhlak hal. 28. Lihat, As-Silsilah Ash-Shahihah oleh Al-Albani 1739]
Hadits Keempat.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda, “Tanda seorang munafik ada tiga : apabila berbicara ia berdusta, apabila berjanji ia mungkir, dan apabila diberi amanah ia berkhianat” [Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim]
[3]. PEGAWAI YANG MENUNAIKAN PEKERJAANNYA DENGAN IKHLAS MENDAPAT BALASAN DUNIA DAN AKHIRAT
Apabila seorang pegawai menunaikan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh mengharapkan pahala dari Allah, maka ia telah menunaikan kewajibannya dan berhak mendapatkan balasan atas pekerjaannya di dunia dan beruntung dengan pahala di kampung akhirat. Telah datang nash-nash syar’iyah yang menunjukkan bahwasanya upah dan pahala atas apa yang dikerjakan oleh seorang dari pekerjaan didapat dengan ikhlas dan mengharapkan wajah Allah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
Imam Bukhari (55) dan Imam Muslim (1002) telah meriwayatkan dari Abu Mas’ud bahwasanya Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Apabila seseorang menafkahkan untuk keluarganya dengan ikhlas maka itu baginya adalah sedekah”.
Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Sa’ad bin Abi Waqash Radhiyallahu ‘anhu.
“Artinya : Dan tidaklah engkau menafkahkan satu nafkah karena mengharapkan wajah Allah melainkan engkau mendapatkan pahala dengannya hingga sesuap yang engkau suapkan di mulu istrimu” [Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim]
Nash-nash ini menunjukkan bahwasanya seorang Muslim apabila ia menunaikan kewajibannya terhadap sesama hamba lepaslah tanggung jawabnya, dan bahwasanya ia hanya akan mendapatkan balasan dan pahala dengan ikhlas dan mengharapkan wajah Allah Subhanahu wa Ta’ala.
[4]. MENJAGA JAM KERJA UNTUK KEPENTINGAN PEKERJAAN
Wajib atas setiap pegawai dan pekerja untuk menggunakan waktu yang telah dikhususkan bekerja pada pekerjaan yang telah dikhususkan untuknya. Tidak boleh ia menggunakannya pada perkara-perkara lain selain pekerjaan yang wajib ditunaikannya pada waktu tersebut. Dan tidak boleh ia menggunakan waktu itu atau sebagian darinya untuk kepentingan pribadinya, atau kepentingan orang lain apabila tidak ada kaitannya dengan pekerjaan ; karena jam kerja bukanlah milik pegawai atau pekerja, akan tetapi untuk kepentingan pekerjaan yang ia mengambil upah dengannya.
Syaikh Al-Mu’ammar bin Ali Al-Baghdadi (507H) telah menasihati Perdana Menteri Nizhamul Muluk dengan nasihat yang dalam dan berfedah. Di antara yang dikatakannya diawal nasihatnya itu.
“Suatu hal yang telah maklum hai Shodrul Islam! Bahwasanya setiap individu masyarakat bebas untuk datang dan pergi, jika mereka menghendaki mereka bisa meneruskan dan memutuskan. Adapun orang yang terpilih menjabat kepemimpinan maka dia tidak bebas untuk bepergian, karena orang yang berada di atas pemerintahan adalah amir (pemimpin) dan dia pada hakikatnya orang upahan, ia telah menjual waktunya dan mengambil gajinya. Maka tidak tersisa dari siangnya yang dia gunakan sesuai keinginannya, dan dia tidak boleh shalat sunat, serta I’tikaf… karena itu adalah keutamaan sedangkan ini adalah wajib”.
Di antara nasihatnya, “Maka hiudpkanlah kuburanmu sebagaimana engkau menghidupkan istanamu” [1]
Dan sebagaimana seseorang ingin mengambil upahnya dengan sempurna serta tidak ingin dikurangi bagiannya sedikitpun, maka hendaklah ia tidak mengurangi sedikitpun dari jam kerjanya untuk sesuatu yang bukan kepentingan kerja. Allah telah mencela Al-Muthaffifin (orang-orang yang curang) dalam timbangan, yang menuntut hak mereka dengan sempurna dan mengurangi hak-hak orang lain. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
“Artinya : Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. Yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka meminta dipenuhi. Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidaklah oran-orang itu yakin, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan. Pada suatu hari yang besar. Yaitu hari ketika manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam” [Al-Muthaffifin : 1-6]
[Disalin dari kitab Kaifa Yuaddi Al-Muwazhzhaf Al-Amanah, Penulis Syaikh Abdul Muhsin bin Hamad Al-Abad, Penerjemah Agustimar Putra, Penerbit Darul Falah, Jakarta 2006]
_________
Foote Note
[1]. Dzailul Thabaqat Al-Hanabilah oleh Ibnu Rajab (1/107)
Tak Terasa sudah satu tahun lebih di Sulawesi Tenggara. Banyak suka dukanya merantau di negeri orang.
Sakit Tenggorokan
Pengenalan
Tenggorokan yang gatal dan terasa sakit biasanya merupakan pertanda anda mulai menderita sakit, dan ini biasanya dijadikan alasan untuk konsultasi ke dokter. Sebagian besar tenggorokan yang sakit, yang disertai dengan flu dan cold, disebabkan oleh infeksi virus dan biasanya akan sembuh sendiri dalam waktu beberapa hari. Tenggorokan sakit yang diakibatkan oleh bakteri Strep (selanjutnya disebut Strep Throat) hanya sebagian kecil saja. Namun kita harus mengidentifikasi infeksi bakteri karena berbagai alasan. Berbeda dari penyebab tenggorokan sakit lainnya, Strep Throat dapat diobati. Bakteri penyebab Strep Throat merespon antibiotic dengan cepat, dan pengobatan dapat menghentikan resiko penularan pada orang lain. JIka tidak diobati, infeksi Strep Throat kadang dapat menimbulkan komplikasi seperti demam rheumatic. Demam rheumatic menyebabkan rasa sakit dan rasa terbakar pada sendi, dan bahkan dapat merusak pembuluh jantung. Kemungkinan Komplikasi lainnya dari penyakit Strep Throat adalah radang ginjal. Strep Throat yang lazim dialami oleh anak-anak usia antara 5 hingga 15 tahun, tetap dapat mengenai seluruh umur. Selain tenggorokan sakit, gejala seperti demam dan membengkaknya kelenjar getah bening di leher terlihat membengkak juga terjadi. Kadang perut yang sakit juga dialami oleh anak-anak. JIka anda atau anak anda mengalami gejala penyakit Strep Throat, konsultasikan ke dokter anda. Uji cepat akan dilakukan untuk mendiagnosis Strep Throat, sehingga dapat lekas dilakukan tindakan pengobatan sesegera mungkin.
Gejala
Secara umum, gejala dari Strep Throat adalah:
· Tenggorokan terasa sakit
· Sulit menelan
· Amandel merah dan membengkak, kadang terdapat bercak putih atau bernanah · Membengkaknya kelenjar getah bening daerah leher
· Demam
· Pusing
· Bercak di kulit
· Sakit perut, kadang disertai muntah, terutama pada anak-anak. Mungkin anda atau anak anda akan mengalami gejala-gejala diatas, namun tidak sedang menderita Strep Throat. Gejala-gejala diatas juga dapat disebabkan oleh virus, radang tonsil atau penyakit lainnya. Itulah mengapa dokter akan melakukan uji khusus Strep Throat.Selain itu, mungkin juga anda sedang mengalami Strep Throat tanpa mengalami gejala sakit tenggorokan. Banyak orang yang membawa bakteri strep tanpa menjadikan mereka sakit, namun tetap dapat menularkan bakteri tersebut pada orang lain.
Penyebab
Penyebab strep throat adalah bakteri Streptococcus pyogenes, atau grup beta-hemolytic streptococcus.Bakteri Streptococcal sangat menular. Mereka dapat menyebar melalui cipratan air ludah penderita saat bersin. Anda juga dapat tertular bakteri ini saat tangan anda memegang pegangan pintu atau permukaan barang lainnya dan membawa bakteri ini ke hidung atau mulut anda. Perlengkapan dapur dan kamar mandi juga lazim merupakan sumber penularan penyakit ini.
Faktor-Faktor Resiko
trep Throat paling sering terjadi pada anak usia 5 hingga 15 tahun. Walaupun penyakit ini dapat muncul kapan saja sepanjang tahun, strep throat cenderung bersirkulasi pada saat akhir musim gugur, musim dingin dan awal musim semi. Bakteri Strep tumbuh dengan subur saat sekelompok orang berhubungan dekat. Itulah mengapa penyakit Strep Throat ini mudah menular diantara anggota keluarga, di sekolah, dan di tempat penitipan anak.
Kapan menghubungi dokter
Segera hubungi dokter jika anda atau anak anda mengalami beberapa gejala dibawah ini:
· Sakit tenggorokan tanpa adanya ingus
· Sakit tenggorokan disertai kelenjar getah bening yang membengkak
· Sakit tenggorokan lebih dari 48 jam
· Demam lebih dari 103 F pada anak-anak yang sudah cukup besar, atau demam yang berlangsung lebih dari 48 jam
· Bercak-bercak di kulit
· Sakit pada tulang sendi
· Masalah saat bernafas atau kesulitan menelan sesuatu, termasuk air ludah Hubungi dokter jika anda atau anak anda belum membaik setelah mengkonsumsi antibiotik selama 24 – 48 jam. Kadang masalah timbul setelah anda atau anak anda selesai mengkonsumsi obat untuk Strep Throat.Hubungi dokter jika anak anda mengalami demam – atau ngilu pada sendi, kesulitan bernafas atau timbul bercak di kulit – sampai dengan jangka waktu tiga minggu setelah terinfeksi bakteri strep. Hal ini bisa menjadi pertanda adanya demam rheumatic. Air seni yang berwarna coklat setelah mengalami Strep Throat dapat mengindikasikan adanya peradangan ginjal.
Skrining dan Diagnosis
Biasanya dokter akan mendiagnosis penyebab sakit tenggorokan berdasarkan penglihatan fisik dan uji lab. Selama penglihatan fisik, dokter akan mencari gejala Strep Throat, seperti demam, kelenjar getah bening yang membengkak, dan bahkan mungkin akan memakai alat penekan lidah (tongue depressor) untuk melihat lebih jelas kondisi tenggorokan dan amandel anda.Dokter akan mengecek kondisi amandel, apakah menjadi kemerahan, membengkak, berbercak putih atau bernanah. Mungkin juga terdapat bintik-bintik merah pada “soft atau hard palate” — yaitu area dibelakang pangkal lidah. Walaupun ini merupakan gejala infeksi, belum dapat diketahui apakah penyebabnya adalah virus ataupun bakteri, karena sebenarnya, infeksi tenggorokan yang diakibatkan oleh virus terlihat lebih parah dibanding infeksi akibat bakteri streptococcal.Untuk alasan tersebut diatas, dokter akan melakukan sebuah atau beberapa uji untuk mengecek adanya bakteri, termasuk bakteri streptococcal:·
Usap tenggorok (Throat Culture).
Pada usap tenggorok, dilakukan pengusapan dengan alat usap yang steril pada tenggorokan dan amandel anda untuk mendapatkan sample (contoh) dari lendir. Prosedur ini tidak menyakitkan, namun akan menyebabkan sedikit merangsang muntah. Sample lendir yang didapat kemudian di-kultur di laboratorium untuk memeriksa adanya bakteri. Hasil uji usap tenggorok biasanya memakan waktu hingga 2 hari. ·
Uji Rapid antigen.
Karena hasil dari uji usap tenggorok butuh beberapa hari, dokter mungkin akan melakukan uji rapid antigen pada sample hasil usap. Uji ini dapat mendeteksi adanya bakteri strep dalam beberapa menit dengan melihat antigen atau zat asing (foreign substances) di dalam tenggorokan. JIka anda atau anak anda terbukti positif terkena bakteri strep, pengobatan dengan antibiotik dapat dilakukan segera. Namun Uji rapid antigen ini memiliki kekurangan, yaitu kadang tidak dapat membaca adanya infeksi Strep Throat. Karena alasan ini, dokter masih menggunakan uji usap tenggorok (throat culture), terutama jika hasil dari uji rapid antigen nilainya negatif.
· Uji Rapid DNA.
Uji rapid yang lebih baru menggunakan teknologi DNA untuk mendeteksi adanya penyakit strep throat dalam waktu paling lama satu hari dengan menggunakan hasil usap tenggorok. Uji ini seakurat usap tenggorok (throat culture) dan hasil uji dapat lebih cepat didapat.
Komplikasi
Walaupun strep throat itu sendiri tidak berbahaya, jika tidak diobati akan menimbulkan komplikasi yang serius. Berikut adalah komplikasi-komplikasi termasuk infeksi lainnya yang mungkin timbul:
· Tonsillitis atau tonsil yang bernanah karena adanya infeksi (peritonsillar abscess) · Infeksi Sinus (sinusitis)
· Infeksi Telinga
· Demam
Scarlet, penyakit yang ditandai dengan adanya bercak di kulit Strep throat dapat menyebabkan peradangan ginjal (glomerulonephritis) dan demam rematik (rheumatic fever).Demam rematik menyebabkan penumpukan peradangan yang terbentuk pada jaringan-jaringan tubuh, termasuk pada tulang sendi, kulit dan otot. Penumpukan peradangan ini juga mungkin akan terbentuk pada otot jantung, terutama pada saluran jantung, yang menyebabkan luka dan mempengaruhi aliran darah didalam jantung. Walaupun tindakan operasi dapat memperbaiki saluran yang luka, kerusakan yang ada mungkin tidak bisa hilang. Dalam beberapa kasus, kerusakan ini dapat menyebabkan gagal jantung. Bagaimanapun, resiko timbulnya komplikasi serius dari Strep Throat masih terbilang rendah di Amerika Serikat.
Perawatan
ika anda atau anak anda mengalami penyakit strep throat, dokter akan meresepkan antibiotik oral seperti penicillin, amoxicillin (Amoxil, Trimox), azithromycin (Zithromax), clarithromycin (Biaxin), clindamycin (Cleocin) atau merek cephalosporin (Keflex, Ceclor). Pada beberapa kasus, Penicillin dapat diberikan dengan suntik— seperti jika anak anda mengalami kesulitan untuk menelan atau mual. Antibiotik-antibiotik tersebut dapat mengurangi tingkat keparahan dan lamanya gejala yang timbul, maupun resiko komplikasi dan resiko penyebaran penyakit Strep Throat pada orang lain. Setelah pengobatan dimulai, anda atau anak anda akan merasa lebih baik dalam waktu satu atau dua hari. Hubungi dokter jika selama 24 sampai 48 jam sakit masih berlangsung pada anda atau anak anda. Jika anak-anak yang sedang mengkonsumsi antibiotik merasa telah sehat dan tidak lagi mengalami demam, mereka dapat kembali ke sekolah atau saat penyakit yang mereka derita tidak lagi menulari teman-temannya – yaitu 24 jam setelah memulai mengkonsumsi antibiotik. Namun pastikan agar anda atau anak anda mengikuti petunjuk dokter untuk menghabiskan dosis antibiotik yang telah ditentukan. Menghentikan pengobatan terlalu dini akan menyebabkan timbulnya penyakit yang sama dan komplikasi yang serius, seperti demam rheumatic atau peradangan ginjal.Selain antibiotik, dokter mungkin akan meresepkan ibuprofen (Advil, Motrin, others) or acetaminophen (Tylenol, others) untuk meringankan rasa sakit di tenggorokan dan mengurangi demam. Jangan berikan aspirin pada anak yang masih kecil karena pemberian aspirin beresiko akan timbul Reye’s syndrome (berpotensi menimbulkan penyakit yang dapat membahayakan jiwa). Berhati-hatilah pula pada acetaminophen. Jika mengkonsumsi acetaminophen dalam dosis yang besar, masalah yang serius juga dapat timbul. Bicarakan dengan dokter anda atau pada apoteker jika anda memiliki pertanyaan.
Pencegahan
Cuci tangan dengan benar adalah cara yang paling baik untuk mencegah berbagai macam penyakit. Itulah mengapa penting untuk mencuci tangan secara rutin dan mengajarkan anak anda bagaimana cara mencuci tangan dengan baik, menggunakan air dan sabun atau pembersih tangan (hand sanitizer) yang berbahan dasar alkohol.Sebagai tambahan, ajarkan anak anda untuk menutup mulut mereka saat bersin/batuk. Jika anda atau anak anda sedang memiliki Strep Throat, jangan berbagi gelas atau peralatan makan yang sama dengan orang lain. Cuci peralatan makan dan minum tersebut dengan sabun dan air hangat.
Perawatan Diri
Pada kebanyakan kasus, antibiotik akan menghilangkan bakteri penyebab infeksi. Sementara itu, cobalah tip-tip berikut untuk mengurangi gejala strep throat
:· Perbanyak istirahat
Tidur dapat membantu tubuh anda untuk melawan infeksi. Jika anda sedang mengalami Strep Throat, cutilah dari pekerjaan anda. Jika anak anda yang sakit, jagalah agar mereka selalu dirumah sampai gejala demam menghilang dan mereka merasa lebih sehat.
· Perbanyak minum. Untuk mempermudah proses menelan makanan, perbanyaklah minum untuk melembabkan dan membasahi tenggorokan yang sakit. Memperbanyak minum juga mencegah dehidrasi.
· Makan makanan yang lembut. Makanan yang mudah ditelan untuk tenggorokan yang sakit adalah air kaldu, sup, saus apel, sereal masak, mashed potatoes, buah yang lembut, yogurt dan telur yang dicacah halus. Anda dapat juga membuat makanan puree dengan memblender bahan-bahan makanan agar lebih mudah untuk ditelan. Makanan yang sangat dingin seperti sherbet, yogurt beku atau buah beku juga biasa dikonsumsi. Hindari makanan pedas atau asam seperti buah jeruk.
· Berkumur dengan air garam. Bagi anak yang sudah cukup besar maupun dewasa, berkumur beberapa kali sehari dapat membantu mengurangi rasa sakit di tenggorokan. Campurkan ¼ sendok the garam kedalam air hangat 8 ounces (berapa ml ya?). Pastikan agar anak anda tidak menelan bekas kumurannya tersebut.
· Gunakan pelembab ruangan. Melembabkan udara ruangan dapat mencegah selaput tenggorokan mengering dan teriritasi. Pilihlah pelembab ruangan yang menyejukkan, dan bersihkan setiap hari, karena bakteri dan jamur dapat berkembang biak di beberapa jenis pelembab udara ruangan. Saline nasal sprays juga dapat membantu tenggorokan terasa lembab.
· Jauhkan diri dari sumber iritasi. Asap rokok dapat mengiritasi tenggorokan yang sakit dan dapat meningkatkan resiko infeksi tonsillitis. Sebagai tambahan, hindari asap dari cat atau produk pembersih, yang dapat mengiritasi tenggorokan dan paru-paru.
· Lakukan kegiatan ringan pada anak yang sakit. Jika anak positif mengalami Strep Throat, antibiotik harus diminumkan minimal 24 jam sebelum kembali ke sekolah atau TPA. Saat dirumah bersama anak anda, lakukan kegiatan ringan yang dapat dinikmati oleh anda berdua, seperti membaca buku.
Sariawan
Sariawan atau stomatis aphtosa adalah suatu kelainan pada selaput lendir mulut berupa bercak berwarna putih kekuningan dengan permukaan agak cekung. Ada beberapa faktor penyebab yang diduga menjadi penyebab munculnya sariawan. Misalnya, luka tergigit, mengkonsumsi makanan atau minuman panas, alergi, kekurangan vitamin C dan zat besi, kelainan pencernaan, kebersihan mulut tidak terjaga, faktor psikologi, dan kondisi tubuh yang tidak fit.
Sariawan biasanya muncul di bibir bawah, bibir atas, lidah, gusi, dan selaput lendir pipi. Luka sariawan ini menimbulkan rasa nyeri dan panas. Bercak luka ini agak kaku dan sangat peka terhadap gerakan lidah atau mulut sehingga mengganggu pada waktu makan atau berbicara. Penderita biasanya juga banyak mengeluarkan air liur.Biasanya sariawan akan sembuh sendiri dalam waktu empat sampai 20 hari. Jika penyakit ini belum sembuh dalam waktu 20 hari maka penderita harus diperiksa lebih lanjut untuk menentukan apakah ada sel kanker.Ada beberapa jenis obat yang dikenal bisa membantu meredakan keluhan akibat sariawan. Ada jenis obat berbentuk salep dengan kandungan kortikosteroid yang dioleskan pada luka sariawan. Obat tetes gentien violet, perak nitrat, atau obat kumur dapat membantu mengurangi rasa sakit. Pada penderita sariawan kambuhan yang disertai kecemasan hebat, pemberian obat anticemas dapat mengatasi masalah. Pemberian vitamin C atau zat besi dalam dosis tinggi pada penderita sariawan yang kekurangan zat-zat tersebut sering dapat menolong.
Ada beberapa usaha yang bisa dilakukan untuk mencegah munculnya sariawan. Misalnya, menjaga kesehatan umum terutama mulut, menghindari luka pada mulut saat menggosok gigi atau menggigit makanan, menghindari pasta gigi yang merangsang, makanan yang terlalu panas, obat-obatan atau zat yang menimbulkan alergi, dan menghindari stres. mag